Tampilkan postingan dengan label System Data dan Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label System Data dan Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2014

Informasi : System Data & Informasi

Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi = input - proses – output.
Kualitas informasibias terhadap error,  disebabkan :
  1. kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan.
  2. kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan.
  3. kehilangan atau data tidak terproses.
  4. kesalahan perekaman atau koreksi data.
  5. kesalahan file histori/master
  6. kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.
Siklus Informasi


Data yang diolah melalui proses (transformasi) akan menghasilkan informasi kemudian informasi dapat dipakai oleh pengguna untuk mendukung pembuatan suatu keputusan atau mengambil suatu tindakan yang kemudian menghasilkan data- data yang baru. Proses ini disebut siklus informasi.

Penjelasan
  1. Input (data) yang diolah melalui suatu model (process) menjadi output (informasi).
  2. Diterima oleh penerima informasi ( recipient) kemudian dibuat keputusan (decision) dan melakukan tindakan (action).
  3. Hasil tindakan tersebut (result) akan kembali menjadi data yang akan ditangkap (captured) sebagai input dan proses kembali melaui model dan seterusnya membentuk suatu siklus.
  4. Sikus tersebut disebut sebagai informayion cycle atau data processing cycle.
Kualitas informasi

Informasi harus :
  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. 
  3. Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. 
  4. Lengkap, informasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna.(menurut McLeod).
Nilai informasi

Ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.


Perbedaan data dan informasi

Data : System Data & Informasi

Data



Menurut berbagai kamus bahasa Inggris-Indonesia berasal dari kata "datum" yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
Dari sudut pandang bisnis, terdapat pengertian data bisnis sebagai berikut "Business data is an organization's description of things (resources) and events (transactions) that it faces".
Dengan demikian data, dalam hal ini disebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
Pengertian yang lain mengatakan bahwa "data is the description of things and events that we face".
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata”.




Klasifikasi Data

Menurut The Liang Gie, bahwa data dapat diklasifikasikan menurut:

Jenis
  • Data Hitung : Hasil perhitungan/ jumlah tertentu.
  • Data ukur : yang menunjukkan ukuran mengenai sesuatu.
Sifat data
  • Data kuantitatif
  • Data kualitas
Sumber data
  • Data internal
  • Data eksternal
Dr. Marseto Donosepoerto menyatakan bahwa suatu data yang bernilai harus memenuhi 3 (tiga) ketentuan, yaitu:
  1. Ketelitian
  2. Komparabilitas data
  3. Validitas data

System : System Data & Informasi

System Data dan Informasi 

System

Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.

Elemen Sistem:
  1. tujuan.
  2. masukan.
  3. keluaran.
  4. proses.
  5. mekanisme pengendalian, dan
  6. umpan balik.
Sistem berinteraksi dengan lingkungan dan memiliki batas sistem.









 Tujuan Sistem

Setiap sistem memiliki tujuan (goal) tujuan berfungsi sebagai pengarah sistem.
Tiga tujuan utama SI ( Sistem Informasi ) :
  1. untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen.
  2. untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
  3. untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan.
Secara lebih spesifik, tujuan sistem informasi bergantung pada kegiatan yang ditangani
  1. Bank?
  2. Pasar Swalayan?
  3. Toko Buku Online?
Masukan
  •  Segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses.
  • Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa dari pelanggan).
  • Pada sistem informasi, masukan dapat berupa data transaksi, dan data non-transaksi (misalnya surat pemberitahuan)
Proses

Bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran.
Pada sistem informasi, proses dapat berupa suatu tindakan seperti:

  1. Meringkas data.
  2. Melakukan perhitungan.
  3. Mengurutkan data, dll.
Keluaran

Merupakan hasil dari pemrosesan pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik



 Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran.
Tujuan umpan balik adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan pada sistem informasi, umpan balik dapat diperoleh dari setiap pemakai p
rogram yang salah diperbaiki atau program disesuaikan dengan keluaran yang dikehendaki.

Batas ( Boundary )

Pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan) batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem.





Perubahan batas system


Lingkungan

Segala sesuatu yang berada di luar sistem
Contoh:
  1. vendor.
  2. pelanggan.
  3. pemilik.
  4. pemerintah.
  5. bank, dan 
  6. pesaing. 










Subsystem

Sebuah sistem  umumnya tersusun atas sejumlah sistem-sistem yang lebih kecil, sistem-sistem yang berada dalam sebuah sistem disebut subsistem.

                                                       Contoh system dan subsystem

 Antar muka subsystem



Model antar muka subsystem

 Contoh antar muka subsystem

Antar muka subsytem dan SI
  1. Penapisan, yakni membuang derau atau data yang tak berguna.
  2. Pendekodean, yakni mengubah data dari suatu format ke dalam format yang lain.
  3. Pendeteksian, yakni melakukan pemeriksaan dan pembetulan kesalahan-kesalahan terhadap standar atau kekonsistensian.
  4. Penyanggatan, yakni memungkinkan dua buah sistem bekerjasama tanpa harus tersinkronisasi secara ketat. Caranya antarmuka mengumpulkan data dari satu subsistem dan kemudian memperkankan subsistem lain mengambil data tersebut.
  5. Pengamanan, yakni menolak permintaan yang berasal dari pihak yang tak berhak terhadap data dan menyediakan mekanisme proteksi yang lain.
  6. Pengikhtisaran, yakni meringkas sejumlah masukan ke dalam bentuk agregat (ringkasan).
Klasifikasi system
  • Abstrak Vs. Fisik
  • Deterministik Vs. Probabilistik
  • Terbuka Vs. Tertutup
  • Alamiah Vs. Buatan
  • Sederhana Vs. Kompleks
Sistem Tertutup dan Relatif Tertutup


Sistem Terbuka dan Tertutup
  

Supersystem

Jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar, maka sistem yang lebih besar tersebut dikenal dengan sebutan supersistem.
Sebagai contoh, jika pemerintah kabupaten disebut sebagai sebuah sistem, maka pemerintah provinsi berkedudukan sebagai supersistem. Jika ditinjau dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi adalah subsistem dan pemerintah pusat adalah supersistem.